Ash-Shur Representative of Chaos of 2020 dengan “Beware of Cosma”

Posted on

Meski dunia sedang melambat pada tahun 2020, bukan berarti akan mengurangi keseruan para musisi, khususnya di Indonesia. Ash-Shur merupakan salah satu band Indonesia yang masih semangat berkarya di tengah pandemi Covid-19 2020. Menyikapi kondisi global di tengah pandemi, Ash-Shur merilis album debutnya bertajuk Waspadalah terhadap Cosma pada akhir Desember lalu. Album debut Ash-Shur ini berisi 8 lagu dan sudah bisa dinikmati di berbagai layanan streaming musik.

Ash-Shur-Representative-of-Chaos-of-2020-dengan-Beware-of-Cosma

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.chordindonesia.com/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Ash-Shur Representative of Chaos of 2020 dengan “Beware of Cosma”

Ash-Shur adalah salah satu band asal Bandung yang memakai Gypsy Rock. Genre ini bukanlah genre yang asing dalam sejarah musik Indonesia. Namun, kehadiran Ash-Shur seakan menghidupkan kembali genre yang sempat tidur larut malam. Sebelum dipopulerkan oleh Ash-Shur, musik rock gipsi sempat populer di Indonesia pada tahun 1970-an.

Ash-shur didirikan pada tahun 2016 di Bandung dengan anggota Andi William (gitar, vokal), Galih Dwi Rizki (gitar), Daniel Pratama (bass) dan Gifran Aria (drum). Melalui musiknya, Ash-Shur mencoba berbicara tentang kegelisahan dan kebahagiaan yang mereka rasakan selama perjalanan hidupnya. Untuk album Beware of Cosma, Ash-Shur melihatnya sebagai representasi dari fase kehidupan yang berubah menjadi nada. Representasi hidup adalah tema utama Ash-Shur saat mereka mengerjakan materi untuk album debut ini.

Menurut Ash-Shur, ada fase-fase dalam kehidupan

yang mengaburkan garis antara baik dan buruk, kanan atau kiri. Melalui Beware of Cosma, Ash-Shur berupaya mengungkapkan keprihatinan tersebut dan menjadi penanda bagi mereka masing-masing dan penggemarnya untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menjalani hidup. Kewaspadaan ini perlu ada karena alam semesta tiba-tiba berfungsi dan tidak ada cara untuk memprediksi ke arah mana ia akan pergi. Jadi Ash-Shur merancang kehati-hatian terhadap Cosma sebagai batas akhir antara fase kabur ini.

Ash-Shur sendiri sudah menulis materi untuk debut album ini sejak 2017. Satu tahun setelah terbentuknya Band Rock Gipsi asal Bandung. Namun, proses penggarapan materi harus dibatasi karena aktivitas dan aktivitas masing-masing anggota di tubuh Ash-Shur. Hingga akhirnya, semua materi yang dihadirkan di Beware of Cosma baru bisa selesai di tahun 2020. Tema utama Beware of Cosma yang hampir cemas dan waspada ini cocok dari sudut pandang mereka untuk mewakili tahun 2020.

Selama proses produksi, Ash-Shur juga bekerja sama dengan Wangi Gitaswara

untuk mengisi vokal di beberapa lagu. Ash-Shur juga mengundang Rezki Delian untuk berkolaborasi mengisi bagian perkusi pada beberapa lagu di album Beware of Cosma. Melalui kolaborasi ini, Ash-Shur juga dapat merepresentasikan rasa takut dan senang yang lebih luas karena kehadiran pihak-pihak di luar unit gipsi rock. Dari segi visual yang tampil sebagai cover art albumnya sendiri, Ash-Shur juga memberikan image yang sesuai dengan tema utama debut album ini.

Ash-Shur juga mengumumkan bahwa album Beware of Cosma juga tersedia dalam format kaset dan CD. Rilisan fisik album debut Ash-Shur dijual sebagai bundel atau terpisah. Sebelum merilis debut albumnya, single debut Ash-Shur sempat beredar luas pada Maret 2020. Single pertama Ash-Shur yang bakal dinikmati pecinta musik bertajuk I See The Tree.

 

  Lihat Juga : chord perlahan