Kunci Sukses Dalam Dakwah Nabi Muhammad SAW

Posted on

Keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad SAW Ada tiga unsur – Pembaca Spiritual, pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan memberitakan tentang Dakwah Nabi Muhammad SAW. Apa yang secara singkat kami sampaikan dalam pembahasan kali ini tentang tiga unsur sukses dakwah Nabi Muhammad SAW.

Keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad SAW memiliki tiga unsur

Silakan lihat ulasan di bawah ini untuk lebih jelasnya. ”

Kunci-Sukses-Dalam-Dakwah-Nabi-Muhammad-SAW

 

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على أشراف الأنبياء والمرسلين وعلى أله وصحبه أجمعين, و بعد

Puji bagi Allah SWT. Tuhan memanggil semua alam. Semoga Allah SWT menunjukkan rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad yang agung, keluarga dan teman-temannya. Amin …

Dakwah Nabi dengan akhlak

Unsur yang kuat dalam Dakwah Nabi Muhammad SAW adalah akhlak yang luhur. Hal ini sejalan dengan keterangan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, innama bu’itstu li utaima makarimal akhlaq (sebenarnya saya diutus ke akhlak yang sempurna).

Akhlakul-Karimah yang dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi juga merupakan kewajiban dalam Dakwahnya. Meskipun ceritanya, karakter mulia Nabi Muhammad tertanam kuat sejak masa mudanya. Ini dibuktikan dengan gelar Al-Amin (orang yang bisa dipercaya) masyarakat Arab sebelum Nabi menerima wahyu.

Banyak literatur sejarah yang mencatat akhlak Nabi Muhammad dalam kesehariannya. Justru teladan akhlak mulia inilah yang telah menggerakkan hati kaum Quraisy dan umat beragama lain untuk memeluk Islam.

Unsur-unsur keberhasilan Dakwah Nabi

Nabi tidak pernah memaksakan Islam dalam khotbahnya. Ia mempresentasikan kebenaran Islam dengan akhlak luhurnya agar Islam diterima oleh semua orang. Nabi dan para pengikutnya juga tidak berperang dan tidak berperang. Perang yang dilancarkan Nabi dan umatnya karena dilancarkan lebih dulu, jadi kewajiban agama untuk mempertahankan diri dari serangan kaum musyrik.

Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan mengungkapkan dalam kitab Secercah Tinta (2012) tiga unsur keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad SAW yang merupakan petikan dari ayat Al-Qur’an:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا حعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيَكُمْ مِرنمْ

 

Artinya: “Sungguh, seorang rasul dari bangsamu sendiri telah datang kepadamu, merasa sangat menderita karena penderitaanmu, benar-benar menginginkan (iman dan keamanan) untukmu, sangat penyayang sekali lagi, penyayang kepada orang-orang yang percaya.” (Surat At-Taubah: 128)

Dari ayat di atas, Allah memperkenalkan dan menjelaskan kedudukan Nabi Muhammad kepada SWT. Rasul telah datang, utusan yang berasal dari manusia, bukan makhluk lain. Utusan Allah dari kelas manusia menunjukkan bahwa Muhammad bukanlah orang biasa. Dia adalah pilihan manusia yang luar biasa.
‘Azizun’ alaihi ma’anitum (berat dengan penderitaanmu)

Pertama, Azizun ‘alaih ma’anittum (berat dengan penderitaanmu)

Karena sepanjang hidupnya, apalagi yang menurut Nabi Muhammad adalah kaumnya. Dia tidak ingin rakyatnya menderita keesokan harinya.

Beberapa akun bahkan menyatakan bahwa malaikat Izrail mendatangi Nabi Muhammad untuk bunuh diri. Tentu saja, perintah Allah sulit bagi Izrail untuk mencabut pria yang paling disayangi Allah SWT. Dalam obrolan sebelum mencabut nyawa Nabi, Izrail Rasulullah memberikan kabar baik kepada SAW tentang kesempurnaan dan kenikmatan Surga.

Alih-alih bahagia, Nabi Muhammad justru sedih dan menderita sehingga Izrail takjub. Nabi Muhammad berkata, “Lalu bagaimana dengan umatku?” Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa Nabi tidak akan pernah membiarkan umatnya menderita meskipun mereka yang membuat diri mereka sengsara. Kondisi ini membuat Nabi Muhammad menjadi sulit bagi penderitaan umatnya.

Harishun ‘alaikum

Kedua, harishun ‘alaikum (cemas akan keyakinan dan keamanan Anda). Ini adalah ungkapan cinta, kasih sayang dan harapan Nabi Muhammad SAW untuk umatnya.

Bil mu’minina di atas rahim

Ketiga, bil mu’minina raufur rahim (sangat penyayang kepada orang-orang yang beriman). Dia memiliki kasih sayang yang sangat dalam untuk orang-orang percaya.

Ketiga kualitas inilah yang kemudian menjadi salah satu unsur keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad. Akhlak mulia, cinta kasih, dan kasih sayang yang diwujudkan dalam penjelasan ayat di atas menjadi dasar dakwah Nabi dengan mengutamakan akhlak karena harapan besar Nabi bagi umatnya tetap ada.

Jadi peninjauan selesai; Keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad SAW Ada tiga unsur. Semoga dapat membawa manfaat dan ilmu bagi kita semua. Terima kasih.

Lihat Juga : https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-arab-ringkas/