Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok

Posted on

Definisi gerakan tidak selaras

Ini adalah organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 120 negara yang tidak menganggap diri mereka berafiliasi atau bersekutu dengan atau melawan blok kekuatan besar mana pun di dunia.

 

Peran-Indonesia-Dalam-Gerakan-Non-Blok

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://memphisthemusical.com/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

 

Sejarah Gerakan Non Blok

Pada akhir Perang Dunia II, dunia terbagi menjadi dua blok, yaitu blok barat dan blok timur. Blok barat yang dipimpin Amerika itu liberal. Dan Blok Timur, yang dipimpin oleh Uni Soviet (Rusia), adalah komunis. Kedua blok tersebut saling berhadapan karena perbedaan pemahaman yang mereka definisikan. Untuk menjadi lebih kuat, setiap blok mencari sekutu sebanyak mungkin. Negara-negara yang baru merdeka dibujuk untuk menjadi sekutu. Meskipun tidak semua negara siap untuk bergabung dengan salah satu blok ini.

Ada negara yang memilih netral. Negara bagian tidak ingin berpihak pada salah satu blok ini.
Negara netral tersebut antara lain Indonesia, India, Mesir, Ghana dan Yugoslavia. Atas prakarsa para kepala negara dan pemerintahan lima negara, sebuah organisasi yang disebut Gerakan Non Blok (GNB) didirikan.

Para pemimpin kelima negara tersebut antara lain Soekarno (Presiden Indonesia), Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Gamal Abdel Naser (Presiden Mesir) dan Josep Brozz Tito (Presiden Yugoslavia), dan Kwame Nkrumah (Presiden Ghana) . Gerakan nonblok didirikan pada tanggal 1 September 1961. Gerakan ini diilhami oleh Sepuluh Prinsip Bandung yang disepakati pada Konferensi Asia Afrika 1955. Penggagas gerakan nonblok adalah Soekarno (Presiden Indonesia). , Josep Brozz Tito (Presiden Yugoslavia), Gamal Abdel Naser (Presiden Mesir), Kwame Nikrumah (Ghana).

Latar belakang gerakan tidak selaras

Berikut ini adalah faktor-faktor yang melatarbelakangi terciptanya Gerakan Non Blok:

1) Adanya dua blok, yaitu Blok Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat dan Blok Timur di bawah pimpinan Uni Soviet yang bersaing memperebutkan pengaruh di dunia.
2) Munculnya ketakutan dan kekhawatiran negara-negara baru merdeka dan berkembang untuk mencoba meredakan ketegangan di dunia.
3) Menyetujui 1956 “Dokumen Brioni” oleh Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India), Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir) dan bertujuan untuk menyatukan negara-negara non-blok.
4) Krisis Rudal Kuba pada tahun 1961 karena AS membangun pangkalan militer skala besar di Kuba, yang membuat khawatir AS.

Tujuan dari gerakan yang tidak selaras

Di bawah ini adalah beberapa tujuan dari gerakan non-blok

1). Pemeliharaan perdamaian dunia

Tujuan utama gerakan nonblok adalah memelihara perdamaian dunia. Perang Dingin mengakibatkan kedua blok tersebut berusaha untuk memperluas lingkup pengaruh ideologis mereka. Akibatnya perdamaian dunia terus terganggu. Ada banyak metode yang digunakan oleh blok barat dan timur untuk menyampaikan ideologi mereka, baik secara terbuka maupun terselubung, seperti mengirim mata-mata.

2). Menjamin kemerdekaan dan integritas wilayah negara anggota

Tujuan kedua dari gerakan nonblok adalah untuk memastikan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah negara-negara anggota. Berbagai program disiapkan untuk memastikan ketiga hal ini. Sebut saja kerja sama internasional di bidang militer, seperti latihan bersama untuk mempertahankan wilayah perairannya.

3). Melawan segala bentuk kolonialisme

Tujuan ketiga dari gerakan nonblok di dunia adalah untuk melawan segala bentuk penjajahan di dunia. Kolonialisme mencakup, misalnya, kolonialisme, imperialisme, neokolonialisme, rasisme, apartheid dan segala bentuk serangan atau agresi militer, pemerintahan atas negara asing, pendudukan dan intervensi negara lainnya dalam urusan dalam negeri. Semua hal itu harus ditangkal agar perdamaian bisa tercipta.

4). Melawan semua bentuk blok politik

Tujuan keempat Gerakan Non Blok untuk Perdamaian Dunia adalah menentang segala bentuk blok politik, artinya tidak semua negara anggota di salah satu blok yang melakukan Perang Dingin akan berpihak sehingga efek perang akan memihak. tidak terlihat tumbuh lebih besar dan perdamaian dunia selalu bisa dipertahankan.

Peran Indonesia dalam gerakan nonblok

Indonesia berperan sebagai pemrakarsa GNB

Indonesia merupakan salah satu negara yang memulai gerakan nonblok. Ia diwakili oleh Presiden Soekarno sebagai kepala negara.

Pemimpin Gerakan Non-Blok pada tahun 1991

Indonesia adalah pemimpin gerakan ini pada tahun 1991. Presiden Soekarno terpilih sebagai Presiden GNB.

Gerakan tidak selaras X Penyelenggara KTT

Sementara Indonesia bertanggung jawab atas NAM, Indonesia memegang NAM X SUMMIT. KTT tersebut berlokasi di Jakarta, Indonesia dan dihadiri oleh 106 negara. KTT GNB X berlangsung 1-6 September 1992, di bawah arahan Presiden Soeharto.

Memecahkan masalah dunia berdasarkan prinsip keadilan

Indonesia adalah negara yang juga menyelesaikan masalah dunia atas dasar perdamaian dunia. Selain itu, Indonesia juga memperjuangkan hak asasi manusia dan tata kelola ekonomi global berdasarkan asas keadilan. Salah satunya adalah peran penting Indonesia dalam d├ętente di bekas Yugoslavia pada tahun 1991.

Tokoh pendiri NAM (jarum jam tidak sejajar)

  1. Kwame Nkrumah (Ghana)
  2. Jawaharlal Nehru (India)
  3. Soekarno (Indonesia)
  4. Gamal Abdel Nassir (Mesir)
  5. Josip Broz Tito (Yugoslavia)

Prinsip NAM (gerakan non-aligned)

NAM bukanlah blok terpisah dan tidak bergabung menjadi blok dunia yang saling bertentangan.
GNB merupakan wadah perjuangan negara-negara berkembang yang gerakannya tidak pasif.
GNB berusaha mendukung perjuangan dekolonisasi di semua tempat dan berpegang pada perjuangan melawan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, rasisme, apartheid dan Zionisme.

Anggota gerakan nonblok

  1. Yugoslavia,
  2. Mesir,
  3. Aambia,
  4. Aljazair,
  5. Srilanka,
  6. India,
  7. Indonesia,
  8. Zimbabwe,
  9. Kuba,
  10. Kolumbia,
  11. Afrika Selatan,
  12. Malaysia,
  13. Iran,
  14. Ghana.

Gerakan tidak selaras saat ini

Pusat gerakan nonblok saat ini berada di Jakarta. Sedangkan kantor koordinasi di New York. Sejak 2016 hingga hari ini Presiden Gerakan Venezuela, Nicolas Maduro, adalah pemimpin Gerakan Non-Blok. Nicolas Maduro melanjutkan dua presiden mantan gerakan non-blok Mahmoud Ahmadinejad dan Hassan Rouhani.

Lihat Juga: Alight Motion Pro